Rabu, 20 Maret 2013


Ahong yang baik hati



     Pada suatu ketika pada Zamanya ada seorang Ahong Cina yang baik hati setiap hari si Ahong selalu berbagi dan membantu orang-orang miskin setiap harinya dia selalu bekerja keras guna untuk membantu orang-orang yang tidak mampu pada suatu ketika ada seorang nenek tua renta yang dalam keadaan lapar dan kehausan kemudian si nenek  tersebut pun meminta makanan pada sebuah rumah makan, namun orang-orang yang berada di rumah makan tersebut merasa terganggu dan mengusirnya.
    ‘’ Wahai nenek tua renta kenapa engkau meminta-minta di sini’’ . Tegur seorang pegawai rumah makan dengan angkuh dan sura lantang.
‘’ Maaf aku adalah seorang nenek tua yang tidak mempunyai saudara. Aku hidup sebatang kara dan aku datang ke sini ingin meminta belas kasih-mu. Wahai tuan yang baik hati berilah aku sesuap nasi untuk mengganjal perutku ini guna untuk mempertahankan hidup yang sementara ini.’’ Jawab nenek tua dengan meminta belas kasih kepada pegawai rumah makan tersebut.
   Sungguh malang nasib nenek tua yang statusnya tidak punya saudara, namun tidak seorangpun yang mau memberinya sepeser uang dan seseuap nasi. Akan tetapi datanglah seseorang yang menghampiri nenek tersebut.
   ‘’ Wahai... nenek yang malang apa yang terjadi pada-mu sehingga badan-mu begitu lemas dan tidak bisa banggun dari tempat-mu.’’ Tanya Ahong dengan belas kasihan kepada sang nenek tua.
   ‘’ Wahai... anak muda yang baik hati aku adalah seorang nenek yang tua renta dan tidak memiliki sanak saudara sungguh aku hidup sebatang kara dan aku sangat lapar namu tidak seorangpun yang mau memberiku sesuap nasi.’’ Jawab nenek dengan suara yang begitu lemah.
   ‘’ Wahai... nenek yang malang sunggu aku akan membantu-mu. Pergilah bersamaku.’’  Ujar Ahong dengan begitu peduli.
     Kemudian si nenek pun pergi bersama Ahong seraya menucapkan terimakasih. Dan sesampainya di kediaman Ahong si nenek pun langsung disuguhi air dan makanan demi mengganjal perut nenek. Si nenek yang lapar pun langsung bergegas mengambil sepotong roti dan langsung dimakanya. Setelah melihat si nenek yang begitu lapar si Ahong pun pegi ke pasar untuk membeli beras dan lauk-pauk untuk si nenek.

     ‘’Nenek tunggu di sini dulu ya..... saya mau ke pasar dulu.’’  Ujar Ahong kepada nenek.
‘’Baiklah, aku akan menunggu-mu di sini whai... anak muda yang baik hati.’’ Jawab nenek dengan ras terimakasih.
  Setelah beberapa lama menunggu akhirnya si Ahong pun datang dengan membawa sekantong beras dan sekantong lauk untuk diberikan kepada si nenek.
   ‘’ Wahai.... nenek ini ada sedikit makanan untuk anda dan saya harap ini dapat membantu anda walaupun hanya sedikit.’’ Ujar Ahong sambil menunjukan kantong yang berisi beras dan lauk.
‘’ Saya sangat berterimakasih kepada anda wahai.. anak muda yang baik hati, lantas bagaimana saya dapat membalas budi kepada anda?.’’ Jawab nenek dengan sangat berterimakasih kepada Ahong.
‘’ Tidak apa-apa ini adalah sedikit hadiah untuk anda wahai... nenek.’’ Jawab Ahong dengan tidak mengharap apa-apa.
‘’ trimakasih  banyak wahai... anak muda.’’  Jawab nenek.
     Dan kemudian si nenek pun pulang dengan membawa bekalan yang diberikan oleh si Ahong. Dengan senang si nenek pun melemparkan sebeuah biji Emas di depan rumah Ahong dan tidak beberapa lama kemudian biji emas itupun tumbuh menjadi sebuah pohon yang berdaunkan dan berbuahkan Emas. Dan kemudian Ahong pun menjadi kaya raya. Namun setelah kaya ia lupa dengan apa yang di milikinya. Semenjak itu ia tidak pernah membantu orang-orang miskin lagi hingga suatu hari ada seorang pengemis datang menghampirinya dan seraya meminta kepadanya demi untuk mengganjal perut, namun apa jawaban dari si Ahong ‘’ ini adalah istana dan seorang pengemis tidak boleh memasukinya.’’
   ‘’Wahai..... Ahong yang baik hati izinkanlah aku untuk memasuki istana-mu dan berilah aku sesuap nasi guna untuk mengganjal perutku ini.’’ minta seorang pengemis kepada Ahong.
‘’ Wahai... engemis yang malang kenapa engkau meminta di sini. Ini adalah istana dan engkau adalah pengemis sunggu engkau sudah mengotori lantai rumahku dan engkau tidak berhak untuk meminta di sini.’’ Jawab Ahong dengan lantang.
  Setelah kejadian tersebuat tidak seorangpun yang datang ke rumah si Ahong. Dan tidak beberapa lama si Ahongpun jatuh sakit dan kemudian mati. Namun dalam perjalanya di Akhirat para malaikat bingung untuk memutuskan persidangan kepada si Ahong. Apa si Ahong masuk suraga atau masuk neraka sebab pada saat di dunia si Ahong pernah melakukan kebaikan dan keburukan dan ternyata setelah ditimbang-timbang pahala dan dosa di Ahong itu seimbang maka seorang malaikat bertanya kepada ahong tentang surga dan neraka.
  ‘’ Wahai... Ahong apakabar-mu.’’ Tanya malaikat.
‘’ Saya baik-baik saja wahai... malaikat.’’ Jawab Ahong dengan santai.
‘’ Ahong, kamu yang dulunya di dunia sering berbuat kebaikan dan keburukan sekarang adalah penentuan engkau menuju akhirat. Apakah engkau mau masuk surga atau neraka?.’’ Tanya malaikat.
‘’  Wahai ... malakat yang baik hati bolehkah saya bertanya.?’’ Ujar si Ahong.
‘’ Ya, boleh ada apakah geranga.’’ Jawab malaikat.
‘’ Apakah di Surga itu enak?.’’. Ujar si Ahong.
‘’ Tentu enak di Surga semuanya ada mau kulkas, mau AC, mau mobil mewah dll semuany ada di sana.’’ Jawab malaikat dengan sedikit geli.
‘’ Lantas, bagaiman dengan Neraka?.’’ Ujar Ahong.
‘’ Di Neraka itu panas lebih panas daripada dunia. Di sana isiny adalah jin dan manusia dan di sana banya api yang siap membakar-mu. Lantas , apa yang kau pilih Neraka atau Surga.?  Ujar malaikat.
‘’ Ya, kalau gitu saya pilih Nerka sajalah karena saya ingin jualan ES tebu dan es kelapa pasti laku tu kalau di Neraka karena di sanakan panasnya mint ampun bolehkan?.’’ Jawab Ahong dengan gembira.
‘’ Haaaaaaaa..... silakan kalau itu pilihan-mu.



Sekian dari saya apabila ada kealahan kata-kata atau pun tulisan dan ejaan mohon di komentari.
Sering-sering kunjungi www. Cerpen-cerpenan.blogspot.com
  THIS IS ORIGINAL STORY BY. ICAN DON’T COPY

Subscribe to RSS Feed Follow me on Twitter!