Pada suatu ketika pada Zamanya ada seorang
Ahong Cina yang baik hati setiap hari si Ahong selalu berbagi dan membantu
orang-orang miskin setiap harinya dia selalu bekerja keras guna untuk membantu
orang-orang yang tidak mampu pada suatu ketika ada seorang nenek tua renta yang
dalam keadaan lapar dan kehausan kemudian si nenek tersebut pun meminta makanan pada sebuah
rumah makan, namun orang-orang yang berada di rumah makan tersebut merasa
terganggu dan mengusirnya.
‘’ Wahai nenek tua renta kenapa engkau
meminta-minta di sini’’ . Tegur seorang pegawai rumah makan dengan angkuh dan
sura lantang.
‘’
Maaf aku adalah seorang nenek tua yang tidak mempunyai saudara. Aku hidup
sebatang kara dan aku datang ke sini ingin meminta belas kasih-mu. Wahai tuan
yang baik hati berilah aku sesuap nasi untuk mengganjal perutku ini guna untuk
mempertahankan hidup yang sementara ini.’’ Jawab nenek tua dengan meminta belas
kasih kepada pegawai rumah makan tersebut.
Sungguh malang nasib nenek tua yang statusnya
tidak punya saudara, namun tidak seorangpun yang mau memberinya sepeser uang
dan seseuap nasi. Akan tetapi datanglah seseorang yang menghampiri nenek
tersebut.
‘’ Wahai... nenek yang malang apa yang
terjadi pada-mu sehingga badan-mu begitu lemas dan tidak bisa banggun dari
tempat-mu.’’ Tanya Ahong dengan belas kasihan kepada sang nenek tua.
‘’ Wahai... anak muda yang baik hati aku
adalah seorang nenek yang tua renta dan tidak memiliki sanak saudara sungguh
aku hidup sebatang kara dan aku sangat lapar namu tidak seorangpun yang mau
memberiku sesuap nasi.’’ Jawab nenek dengan suara yang begitu lemah.
‘’
Wahai... nenek yang malang sunggu aku akan membantu-mu. Pergilah bersamaku.’’
Ujar Ahong dengan begitu peduli.
Kemudian si nenek pun pergi bersama Ahong
seraya menucapkan terimakasih. Dan sesampainya di kediaman Ahong si nenek pun
langsung disuguhi air dan makanan demi mengganjal perut nenek. Si nenek yang
lapar pun langsung bergegas mengambil sepotong roti dan langsung dimakanya.
Setelah melihat si nenek yang begitu lapar si Ahong pun pegi ke pasar untuk
membeli beras dan lauk-pauk untuk si nenek.
‘’Nenek tunggu di sini dulu ya..... saya
mau ke pasar dulu.’’ Ujar Ahong kepada
nenek.
‘’Baiklah,
aku akan menunggu-mu di sini whai... anak muda yang baik hati.’’ Jawab nenek
dengan ras terimakasih.
Setelah beberapa lama menunggu akhirnya si
Ahong pun datang dengan membawa sekantong beras dan sekantong lauk untuk
diberikan kepada si nenek.
‘’ Wahai.... nenek ini ada sedikit makanan
untuk anda dan saya harap ini dapat membantu anda walaupun hanya sedikit.’’
Ujar Ahong sambil menunjukan kantong yang berisi beras dan lauk.
‘’
Saya sangat berterimakasih kepada anda wahai.. anak muda yang baik hati, lantas
bagaimana saya dapat membalas budi kepada anda?.’’ Jawab nenek dengan sangat
berterimakasih kepada Ahong.
‘’
Tidak apa-apa ini adalah sedikit hadiah untuk anda wahai... nenek.’’ Jawab
Ahong dengan tidak mengharap apa-apa.
‘’
trimakasih banyak wahai... anak
muda.’’ Jawab nenek.
Dan kemudian si nenek pun pulang dengan
membawa bekalan yang diberikan oleh si Ahong. Dengan senang si nenek pun
melemparkan sebeuah biji Emas di depan rumah Ahong dan tidak beberapa lama
kemudian biji emas itupun tumbuh menjadi sebuah pohon yang berdaunkan dan
berbuahkan Emas. Dan kemudian Ahong pun menjadi kaya raya. Namun setelah kaya
ia lupa dengan apa yang di milikinya. Semenjak itu ia tidak pernah membantu
orang-orang miskin lagi hingga suatu hari ada seorang pengemis datang
menghampirinya dan seraya meminta kepadanya demi untuk mengganjal perut, namun
apa jawaban dari si Ahong ‘’ ini adalah istana dan seorang pengemis tidak boleh
memasukinya.’’
‘’Wahai..... Ahong yang baik hati izinkanlah
aku untuk memasuki istana-mu dan berilah aku sesuap nasi guna untuk mengganjal
perutku ini.’’ minta seorang pengemis kepada Ahong.
‘’
Wahai... engemis yang malang kenapa engkau meminta di sini. Ini adalah istana
dan engkau adalah pengemis sunggu engkau sudah mengotori lantai rumahku dan
engkau tidak berhak untuk meminta di sini.’’ Jawab Ahong dengan lantang.
Setelah kejadian tersebuat tidak seorangpun
yang datang ke rumah si Ahong. Dan tidak beberapa lama si Ahongpun jatuh sakit
dan kemudian mati. Namun dalam perjalanya di Akhirat para malaikat bingung
untuk memutuskan persidangan kepada si Ahong. Apa si Ahong masuk suraga atau
masuk neraka sebab pada saat di dunia si Ahong pernah melakukan kebaikan dan
keburukan dan ternyata setelah ditimbang-timbang pahala dan dosa di Ahong itu
seimbang maka seorang malaikat bertanya kepada ahong tentang surga dan neraka.
‘’
Wahai... Ahong apakabar-mu.’’ Tanya malaikat.
‘’
Saya baik-baik saja wahai... malaikat.’’ Jawab Ahong dengan santai.
‘’
Ahong, kamu yang dulunya di dunia sering berbuat kebaikan dan keburukan
sekarang adalah penentuan engkau menuju akhirat. Apakah engkau mau masuk surga
atau neraka?.’’ Tanya malaikat.
‘’ Wahai ... malakat yang baik hati bolehkah
saya bertanya.?’’ Ujar si Ahong.
‘’
Ya, boleh ada apakah geranga.’’ Jawab malaikat.
‘’
Apakah di Surga itu enak?.’’. Ujar si Ahong.
‘’
Tentu enak di Surga semuanya ada mau kulkas, mau AC, mau mobil mewah dll
semuany ada di sana.’’ Jawab malaikat dengan sedikit geli.
‘’
Lantas, bagaiman dengan Neraka?.’’ Ujar Ahong.
‘’ Di
Neraka itu panas lebih panas daripada dunia. Di sana isiny adalah jin dan
manusia dan di sana banya api yang siap membakar-mu. Lantas , apa yang kau
pilih Neraka atau Surga.? Ujar malaikat.
‘’
Ya, kalau gitu saya pilih Nerka sajalah karena saya ingin jualan ES tebu dan es
kelapa pasti laku tu kalau di Neraka karena di sanakan panasnya mint ampun
bolehkan?.’’ Jawab Ahong dengan gembira.
‘’
Haaaaaaaa..... silakan kalau itu pilihan-mu.
Sekian
dari saya apabila ada kealahan kata-kata atau pun tulisan dan ejaan mohon di
komentari.
Sering-sering
kunjungi www. Cerpen-cerpenan.blogspot.com
THIS IS ORIGINAL STORY BY. ICAN DON’T COPY



