Senin, 19 Agustus 2013

Temajuk - Surga di Ekor Borneo

Bagi anda yang belum pernah mendengan Temajuk, kali ini saya akan berbagi info menarik kepada anda semua.
pada minggu lalu tepatnya sekitar 3 hari Idul Fitri saya dan teman-teman pergi ke salah satu tempat yang belum pernah saya kunjungi sebelumnya yaitu Temajuk. Temajuk adalah salah satu pulau yang terletak di ujung pulau kalimantan barat, yaitu perbatasan Indonesia dengan Malaysia.Temajuk adalah puau terakhir setelah Camar Bulan , yang memiliki panorama keindahan yang luar bisa,
wajar! jarak tempuh nya lumayan jauh kalau dari pontianak sekitar 16-18 jaman menggunakan sepeda motor tapi di balik kelehan kali menemukan sebuah ukiran panorama keindahan pulau tersebut kalau dari temajuk ke malaysia sekitar kurang lebih 5 KM

Lihat gambar di bawah ini keren ga???









Rabu, 20 Maret 2013


Ahong yang baik hati



     Pada suatu ketika pada Zamanya ada seorang Ahong Cina yang baik hati setiap hari si Ahong selalu berbagi dan membantu orang-orang miskin setiap harinya dia selalu bekerja keras guna untuk membantu orang-orang yang tidak mampu pada suatu ketika ada seorang nenek tua renta yang dalam keadaan lapar dan kehausan kemudian si nenek  tersebut pun meminta makanan pada sebuah rumah makan, namun orang-orang yang berada di rumah makan tersebut merasa terganggu dan mengusirnya.
    ‘’ Wahai nenek tua renta kenapa engkau meminta-minta di sini’’ . Tegur seorang pegawai rumah makan dengan angkuh dan sura lantang.
‘’ Maaf aku adalah seorang nenek tua yang tidak mempunyai saudara. Aku hidup sebatang kara dan aku datang ke sini ingin meminta belas kasih-mu. Wahai tuan yang baik hati berilah aku sesuap nasi untuk mengganjal perutku ini guna untuk mempertahankan hidup yang sementara ini.’’ Jawab nenek tua dengan meminta belas kasih kepada pegawai rumah makan tersebut.
   Sungguh malang nasib nenek tua yang statusnya tidak punya saudara, namun tidak seorangpun yang mau memberinya sepeser uang dan seseuap nasi. Akan tetapi datanglah seseorang yang menghampiri nenek tersebut.
   ‘’ Wahai... nenek yang malang apa yang terjadi pada-mu sehingga badan-mu begitu lemas dan tidak bisa banggun dari tempat-mu.’’ Tanya Ahong dengan belas kasihan kepada sang nenek tua.
   ‘’ Wahai... anak muda yang baik hati aku adalah seorang nenek yang tua renta dan tidak memiliki sanak saudara sungguh aku hidup sebatang kara dan aku sangat lapar namu tidak seorangpun yang mau memberiku sesuap nasi.’’ Jawab nenek dengan suara yang begitu lemah.
   ‘’ Wahai... nenek yang malang sunggu aku akan membantu-mu. Pergilah bersamaku.’’  Ujar Ahong dengan begitu peduli.
     Kemudian si nenek pun pergi bersama Ahong seraya menucapkan terimakasih. Dan sesampainya di kediaman Ahong si nenek pun langsung disuguhi air dan makanan demi mengganjal perut nenek. Si nenek yang lapar pun langsung bergegas mengambil sepotong roti dan langsung dimakanya. Setelah melihat si nenek yang begitu lapar si Ahong pun pegi ke pasar untuk membeli beras dan lauk-pauk untuk si nenek.

     ‘’Nenek tunggu di sini dulu ya..... saya mau ke pasar dulu.’’  Ujar Ahong kepada nenek.
‘’Baiklah, aku akan menunggu-mu di sini whai... anak muda yang baik hati.’’ Jawab nenek dengan ras terimakasih.
  Setelah beberapa lama menunggu akhirnya si Ahong pun datang dengan membawa sekantong beras dan sekantong lauk untuk diberikan kepada si nenek.
   ‘’ Wahai.... nenek ini ada sedikit makanan untuk anda dan saya harap ini dapat membantu anda walaupun hanya sedikit.’’ Ujar Ahong sambil menunjukan kantong yang berisi beras dan lauk.
‘’ Saya sangat berterimakasih kepada anda wahai.. anak muda yang baik hati, lantas bagaimana saya dapat membalas budi kepada anda?.’’ Jawab nenek dengan sangat berterimakasih kepada Ahong.
‘’ Tidak apa-apa ini adalah sedikit hadiah untuk anda wahai... nenek.’’ Jawab Ahong dengan tidak mengharap apa-apa.
‘’ trimakasih  banyak wahai... anak muda.’’  Jawab nenek.
     Dan kemudian si nenek pun pulang dengan membawa bekalan yang diberikan oleh si Ahong. Dengan senang si nenek pun melemparkan sebeuah biji Emas di depan rumah Ahong dan tidak beberapa lama kemudian biji emas itupun tumbuh menjadi sebuah pohon yang berdaunkan dan berbuahkan Emas. Dan kemudian Ahong pun menjadi kaya raya. Namun setelah kaya ia lupa dengan apa yang di milikinya. Semenjak itu ia tidak pernah membantu orang-orang miskin lagi hingga suatu hari ada seorang pengemis datang menghampirinya dan seraya meminta kepadanya demi untuk mengganjal perut, namun apa jawaban dari si Ahong ‘’ ini adalah istana dan seorang pengemis tidak boleh memasukinya.’’
   ‘’Wahai..... Ahong yang baik hati izinkanlah aku untuk memasuki istana-mu dan berilah aku sesuap nasi guna untuk mengganjal perutku ini.’’ minta seorang pengemis kepada Ahong.
‘’ Wahai... engemis yang malang kenapa engkau meminta di sini. Ini adalah istana dan engkau adalah pengemis sunggu engkau sudah mengotori lantai rumahku dan engkau tidak berhak untuk meminta di sini.’’ Jawab Ahong dengan lantang.
  Setelah kejadian tersebuat tidak seorangpun yang datang ke rumah si Ahong. Dan tidak beberapa lama si Ahongpun jatuh sakit dan kemudian mati. Namun dalam perjalanya di Akhirat para malaikat bingung untuk memutuskan persidangan kepada si Ahong. Apa si Ahong masuk suraga atau masuk neraka sebab pada saat di dunia si Ahong pernah melakukan kebaikan dan keburukan dan ternyata setelah ditimbang-timbang pahala dan dosa di Ahong itu seimbang maka seorang malaikat bertanya kepada ahong tentang surga dan neraka.
  ‘’ Wahai... Ahong apakabar-mu.’’ Tanya malaikat.
‘’ Saya baik-baik saja wahai... malaikat.’’ Jawab Ahong dengan santai.
‘’ Ahong, kamu yang dulunya di dunia sering berbuat kebaikan dan keburukan sekarang adalah penentuan engkau menuju akhirat. Apakah engkau mau masuk surga atau neraka?.’’ Tanya malaikat.
‘’  Wahai ... malakat yang baik hati bolehkah saya bertanya.?’’ Ujar si Ahong.
‘’ Ya, boleh ada apakah geranga.’’ Jawab malaikat.
‘’ Apakah di Surga itu enak?.’’. Ujar si Ahong.
‘’ Tentu enak di Surga semuanya ada mau kulkas, mau AC, mau mobil mewah dll semuany ada di sana.’’ Jawab malaikat dengan sedikit geli.
‘’ Lantas, bagaiman dengan Neraka?.’’ Ujar Ahong.
‘’ Di Neraka itu panas lebih panas daripada dunia. Di sana isiny adalah jin dan manusia dan di sana banya api yang siap membakar-mu. Lantas , apa yang kau pilih Neraka atau Surga.?  Ujar malaikat.
‘’ Ya, kalau gitu saya pilih Nerka sajalah karena saya ingin jualan ES tebu dan es kelapa pasti laku tu kalau di Neraka karena di sanakan panasnya mint ampun bolehkan?.’’ Jawab Ahong dengan gembira.
‘’ Haaaaaaaa..... silakan kalau itu pilihan-mu.



Sekian dari saya apabila ada kealahan kata-kata atau pun tulisan dan ejaan mohon di komentari.
Sering-sering kunjungi www. Cerpen-cerpenan.blogspot.com
  THIS IS ORIGINAL STORY BY. ICAN DON’T COPY

Jumat, 16 November 2012


CLUB MENULIS........

Akhitnya Bulan Muharam tiba juga......
Hampir semua Sekolah merayakanya dengan Pawai bersama. ''kami dari STAIN Pontianak pun tidak mau kalah dengan datanya Tahun baru Islam ini, hampir semua Prodi pun turun untuk melaksanakan pawai keliling yang di mulai dari STAIN sampai Bundaran UNTAN semua orang Bertakbir, bersalawat dan menyayikan lagu-lagu islami, ''kami dari PBA yang mayoritas jumlahnya sedikit dibandingkan dengan PRODI lainnya pun tidak mau kalah'' disinilah kami menunjukan bahwa biarpun PBA sedikit akan tetapi kami memiliki semangat yang akan membakar jiwa kami.
''sebelu dimulai kami pun di kumpulakan di lapangan guna mendengarkan pengarahan dan peresmian serta ditutup dengan do'a.
setelah itu pawai pun dimulai, kami segera memainkan Marasiw yang dipegang oleh beberapa orang dari teman kami.
kami pun mulai bersalawat dan menyanyikan lagu-lagu islami.
"Uh.... biarpun matahari sangat terik akan tetapi itu semua tidak sedikitpun mematahkan keputusasaan kami''
dari pertama hingga akhir perjalanan Alhamdullih kami tetap semangat. dan akhirnya sesampainya kembali di Kampus STAIN kami pun beristirahat sejenak sambil menunggu pengumuman pemengang sambil makan dan minum yang dibagikan oleh panitia.
Tak lama kemudian akhirnya panitia pun mengumumkan para pemenang.
''tak kami sangka ternyata kelas PBA.A dan kelas PBA.B mendapatkan juara terkreatif dan terfavorit.
''hehehehhe lumayan dapat sertifikan dan makanan ringan''
by. ican

Minggu, 11 November 2012



Menulis adalah salah satu pekerjaan yang sangat menyenangkan, karena dengan menulis  secara tidak sengaja  akan melatih kita  dalam berbicara.
bicara bukan hanya mengunakan lisan atau perkataan. melainkan berbicara juga dapat menggunakan pena.
sungguh beruntung bagi mereka yang hidunya digunakan untuk menulis hal-hal yang berguna, sebab semua itu apabila dibandingkan dengan umur mereka itu lebih sangat bermanfaat bagi orang lain.
Umur bisa di makan oleh Zaman, namun buku tidak pernah dimakan oleh Zaman.
Menulis merangsang pemikiran, jadi saat anda tidak bisa memikirkan sesuatu untuk di tulis, tetaplah mencoba untuk menulis”.biarpun itu huruf dan angka.
Menulis adalah mencipta, dalam suatu penciptaan seseorang mengarahkan tidak hanya semua pengetahuan, daya, dan kemampuannya saja, tetapi ia sertakan seluruh jiwa dan nafas hidupnya untuk menciptakan suatu karya emas.
Ketika seorang penulis hanya menunggu, maka sebenarnya ia belum menjadi dirinya sendiri hendaklah ia melakukan sesuatu yang lebih mengangsah Inspirasinya lebih tajam lagi seperti dengan membaca buku.
Sebab Membaca adalah pusat yang tidak bisa dihindari oleh seorang penulis dan menulis tanpa membaca bagaikan Pohon yang hanya berbuah namun tidak memiliki Daun.
Dan Penulis yang baik, karena ia menjadi pembaca yang baik.
apabila seseorang ingin menjadi seorang Penulis yang hebat dan handal maka hendaklah ia mengiringinya dengan bayak-banyak membaca. karena dengan membaca  maka akan terbuka jendela Ide-ide dan Inspiransi yang sangat hebat.
Semakin banyak orang membaca buku karya Anda,semakin besar pengaruh yang Anda berikan dalam suatu masyarakat. Mungkin karena energi yang tersimpan dalam buku inilah, sebuah buku sering ditakuti.

Jumat, 09 November 2012

 TERIMA-KASIH..IBU


IBU...rambutmu kini sudah mulai memutih
Kulitmu tak lagi kencang
Penglihatanmu tak lagi terang
Jalanmu kini sudah mulai goyang
Namun..apa yang terlihat
Semua itu tak pernah engkau rasakan
Semua itu tak pernah engkau pedulikan
Aku paham, semua itu demi anakmu
Sepanjang jalan engkau mengais rejeki
Sepanjang waktu engkau berhitung
Berapa laba kau dapat hari ini
Tuk membayar semua letihmu
Engkau tak lagi dapat membedakan
Mana siang, mana malam
Semangat mengalahkan gemetar kakimu
Dan segala rasa lelahmu
Ini semua...untuk siapa?
Hanya untuk anakmu
Anak yang engkau impikan menjadi orang hebat
Mencapai setumpuk asa
IBU...sampai kapanpun,
Anakmu tak kan pernah lupa
Atas semua jasa, do'a dan derita
Keringat yang engkau cucurkan
IBU...engkau sudah terlalu besar, berkorban
Hanya surga yang pantas membayar tulusmu
Hanya Tuhan yang pantas menjagamu
Dunia dan akherat...
IBU...
Anakmu kan selalu merindumu
Do'a di setiap hembus nafas ini
Terima kasih...IBU, untuk semua ikhlasmu

By: ican
Subscribe to RSS Feed Follow me on Twitter!